23 Jul 2020 · 2.890 dibaca · Artikel Keagamaan
LADUNI.ID, Jakarta - Pada tulisan sebelumnya tentang makna qisth lebih dari sekadar adil, diterangkan bahwa senang sama senang atau menang sama menang (win-win) merupakan makna daripada qisth itu tadi, jadi bukan sekadar menuntut hak dan memberikan kewajiban.
Oleh sebab itu, Prof Dr HM Quraish Shihab, MA. telah menyarankan supaya kita jangan pernah berkata “saya tuntut di akhirat”, sebab jika demikian maka kita akan mengalami kerugian. Sebab, Allah sudah menerangan di dalam Al-Qur’an bahwa,
وَلَا تَسْتَوِى الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ۗاِدْفَعْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ فَاِذَا الَّذِيْ بَيْنَكَ وَبَيْنَهٗ عَدَاوَةٌ كَاَنَّهٗ وَلِيٌّ حَمِيْمٌ (٣٤)
Walaa tastawii alhasanatu walaa alssayyi-atu idfa' biallatii hiya ahsanu fa-idzaa alladzii baynaka wabaynahu 'adaawatun ka-annahu waliyyun hamiimun
Artinya: “Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+