26 Jul 2020 Β· 11.836 dibaca · Artikel Keagamaan
LADUNI.ID, Jakarta - Jika kita bertanya, siapakah yang berjasa menumbuhkan benih Islam di jantung Eropa, seperti Bosnia, Herzegovina, misalnya? Jawabannya, tinta sejarah tidak akan pernah dapat melupakan jasa Muhammad Al-Fatih atau Muhammad II (30 Maret 1432 – 3 Mei 1481).
Sejak kecil, Muhammad Al-Fatih dididik oleh seorang wali. Tidak heran jika ia tumbuh dengan kepribadian unggul, serta ahli dalam bidang ketentaraan, sains, matematika serta menguasai 6 bahasa. Beliau menjadi Sultan Turki Usmani pada usia 19 tahun, menggantikan ayahnya yang meninggal.
Pada usia 21 tahun, Muhammad Al-Fatih berhasil menaklukkan benteng terkuat Imperium Byzantium, Konstantinopel, ibu kota Romawi menjadi genggaman Islam. Kota ini diubahnya menjadi Kota Istanbul. Bermula dari sinilah kasih sayang Islam harum semerbak bertebaran di bumi Eropa.
Apa rahasia dibalik semua kesuksesan beliau?
Ternyata rahasianya, beliau sangat kuat shalat malamnya yaitu tahajud. Sehingga beliau dapat dijuluki ahlinya tahajud, karena saking tidak pernahn
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+