17 Sep 2020 Β· 6.188 dibaca · Islam Nusantara
Laduni.ID, Jakarta - Suatu hari PBNU mengadakan sebuah acara di Surabaya, mengundang duta-duta besar negara sahabat, dan pelayanannya pun VVIP. Lebih-lebih KH. Sahal Mahfudz, sebagai Rais Aam PBNU waktu itu, tentu bisa mendapatkan pelayanan yang lebih.
Di Kota Pahlawan ini, Mbah Sahal, sapaan mulianya, selama dua hari bermalam di sebuah hotel berbintang. Tapi, ketika panitia acara ingin membayar kamar hotel yang ditempati Kyai Sahal, beliau bilang, "Ndak usah, aku jek duwe duet dewe," (Tidak, saya masih punya uang sendiri), sambil berjalan ke kasir.
Panitia pun masih merayu Mbah Sahal agar mau dibayari oleh panitia. Mbah Kyai Sahal tetap bilang "Ndak usah," sambil beliau mengeluarkan uang dari tasnya.
Setelah itu panitia masih berkata, "Mana bon-nya yai, biar kami ganti."
Mbah Sahal dawuh, "Ndak usah, aku moh nganggo duite NU. Aku gowo duetku dewe ae. Nek NU iku urip-urip NU, ojo sepisan-pisan golek urip nok NU." (Tidak, saya tidak mau menggunakan duitnya NU. Saya pakai uang saya se
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+