02 Oct 2020 · 4.999 dibaca · Sejarah
Laduni.ID, Jakarta - Berbeda dengan warisan Trowulan, Majapahit, yang diintegrasikan ke dalam sistem ketatanegaraan Demak, seperti konstruksi sistem hukum Majapahit "anggelar adil palamarta", nasib kekuasaan Daha di Kediri betul-betul dihancurkan oleh Kesultanan Demak-Giri Kedhaton melalui eskpedisi Kanjeng Sunan Giri ke-2 yang menggelar Resolusi Jihad mengusir sisa-sisa imperialisme Eropa di Tanah Jawa.
Seperti disebut Tome Pires dalam Suma Oriental, Wangsa Daha (Dayo dalam bahasa Pires karena duta atau intel Portugis dari Malaka tahun 1514 ini mendengar bunyi "Daho" dari mulut orang Jawa kala mengucapkan Daha kala itu) berniat membangun aliansi strategis Kedhiri-Portugis. Aliansi tersebut dimaksudkan untuk menghadapi Demak-Giri. Aliansi serupa mau dibangun Portugis di Tanah Sunda, tapi keburu dipotong oleh Sunan Gunung Jati dan Panglima Fatahillah.
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+