08 Oct 2020 · 14.519 dibaca · Artikel Keagamaan
LADUNI.ID, Jakarta - Ada dua an-Nawawi dalam khazanah kepustakaan Islam. Yang pertama Muhyiddin Abu Zakaria Yahya bin Syaraf an-Nawawi ad-Dimasyqi (631-676 H/1233-1277 M). Yang kedua, Syekh Muhammad Nawawi bin Umar al-Bantani (1230-1314 H/1813-1897 M).
Untuk memudahkan, para ulama berbeda penyebutannya. Yang pertama disebut Imam Nawawi ad-Dimasyqi, yang kedua Syekh Nawawi al-Bantani. Imam dan Syekh. Keduanya sama-sama produktif berkarya. Yang pertama membujang, yang kedua menikah.
Yang pertama dikenal dengan reputasi keilmuannya yang mumpuni, dengan beragam penguasaan varian keilmuan. Yang kedua, juga sama. Kesamaan lainnya: penjelentreh alias punya karya berupa Syarah.
Yang pertama berjuluk Muhyiddin, Penghidup Agama. Yang kedua, bergelar Bapak Kitab Kuning karena menjadi jembatan pemahaman orang Nusantara dengan karya-karya ulama salaf.
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+