20 Oct 2020 · 4.723 dibaca · Hikmah
LADUNI.ID, Jakarta - Para santri Al-Anwar setelah periode tahun 2000 banyak menyaksikan tentang kehidupan Syaikhona Maimoen Zubair yang sudah lumayan mapan secara ekonomi. Tetapi apakah kehidupan beliau tiba-tiba saja mapan?.
Tidak, kehidupan beliau terutama dalam kehidupan berkeluarga juga dimulai dengan nol.
Pernah pada suatu malam Idul Fitri, Syaikhona Maimoen Zubair sama sekali tidak mempunyai beras untuk digunakan sebagai zakat fitrah dan bahkan tidak mempunyai uang sedikit pun untuk membeli sekedar untuk jajan Idul Fitri, sedangkan waktu itu putra-putri beliau masih kecil-kecil.
Malam hari raya itu berjalan sampai pertengahan, dengan tetap tanpa ada yang membantu. Setelah pertengahan malam, Syaikhona Maimoen Zubair pun melaksanakan shalat tahajud. Dalam sholat itu, beliau membaca berulang surat al-Waqi'ah.
Pertolongan
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+