04 Nov 2020 · 6.151 dibaca · Hikmah
LADUNI.ID, Jakarta - Suatu malam, Siti Khadijah bermimpi kejatuhan matahari. Sinarnya menghanguskan semua rumah penduduk Makkah, kecuali satu dapur. Impian itu lalu diceritakan kepada pamannya yang ahli mimpi, Waraqah bin Naufal.
“Nabi akhir zaman akan menjadi suamimu,” kata sang paman.
“Dari negeri manakah dia?”
“Dari Makkah.”
“Suku apa?
“Suku Quraisy.”
“Keturunan siapa?”
“Bani Hasyim.”
“Siapakah namanya?”
“Ia bernama Muhammad.”
Pada suatu hari di rumah Abu Thalib, tatkala sedang ada makan bersama, berjalanlah percakapan santai antara Abu Thalib, Atikah (Saudara Abu Thalib) dan Rasulullah saw.
“Muhammad sudah dewasa, namun sampai sekarang belum mendapatkan calon. Entahlah wanita bagaimanakah yang cocok dengannya,” Kata Abu Thalib membuka perbincangan.
“Saudaraku, Khadijah sebetulnya adalah seorang wanita yang baik. Banyak orang senang berhubung
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+