16 Nov 2020 · 2.966 dibaca · Artikel Keagamaan
LADUNI.ID, Jakarta - Setahun yang lalu, setelah pengajian Maulid di Kanzus Sholawat, saya sowan kepada Maulana Habib Luthfi Bin Yahya, Pekalongan. Sebab beberapa malam sebelumnya saya sudah sowan dalam mimpi bersama beliau.
Ternyata betul, meskipun antri seharian bersama banyak orang dengan identitas berbeda-beda, satu persatu bergantian menghadap Habib Luthfi. Giliran saya di hadapan beliau saya mengenalkan diri. Tanpa basa-basi Habib Luthfi langsung menyapa saya dengan Bahasa Madura. Padahal tidak pernah ada perjumpaan sebelumnya. Sebagai santri yang lama di Ploso, saya tetap memakai bahasa Kromo Inggil dari logat Jawa. Habib Luthfi tidak bergeser tetap menggunakan Bahasa Madura. Akhirnya sowan saya kepada beliau tidak dipahami oleh tamu-tamu yang lain.
Para tamu saya lihat tidak ada yang sama, ada d
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+