16 Nov 2020 · 3.248 dibaca · Bisnis
LADUNI.ID, Jakarta - Pandemi Corona atau COVID-19 telah memberikan dampak signifikan pada sektor perbankan. Penyaluran kredit menjadi salah satu core bisnis perbankan sedikit banyak tertahan karena ketidakpastian dan anjloknya aktivitas ekonomi yang berdampak pada perputaran uang. Sektor real finansial turun dan mengalami keterlambatan. Mencegah hal buruk terjadi regulator dan industri mengalami kredit macet.
Bank perkreditan rakyat yang selama ini fokus terhadap pemberian kredit mikro akan mengalami gangguan likuiditas yang signifikan. Lumpuhnya ekonomi mengalami keterlambatan karena bank menjadi mesin pergerakan ekonomi bagi semua masyarakat. Bukan suatu alasan lagi jika lembaga global reting refisi ke pada peringkat 3 bank papan atas Mandiri, BNI, BRI, menjadi negatif dari sebelumya stabil, Resiko kredit meningkat walau pun dapat kelonggaran dari OJK melalui pembiayaan intruksi non-bank perbankan bisa bernafas lega.
Likuiditas menjadi perhatian BI dan OJK, yang di era pandemik dibekali “alat tempur” baru untuk melawan risiko krisis, mula
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+