03 Dec 2020 · 3.073 dibaca · Aswaja
LADUNI.ID, Jakarta - Video yang menyebar tentang redaksi adzan “hayya ‘alas-shala” diganti dengan “hayya ‘alal-jihad” mengundang perhatian dan kritikan. Pasalnya, redaksi adzan seperti itu tidak lazim dikumandangkan.
Tidak sedikit tokoh ulama dari kalangan ormas Islam, seperti NU, Muhammadiyah, bahkan juga ulama MUI dan Kementerian Agama RI, mengeluarkan pernyataan ketidaksetujuan terhadap perubahan redaksi adzan tersebut.
Dilansir dari sebuah gambar yang bersumber dari Aswaja Dewata, berikut beberapa pernyataan tokoh ulama tentang redaksi adzan “shalat” diganti “jihad”:
Habib Novel Alaydrus menyatakan: “Hal itu sangat bertentangan dengan ajaran Rasulullah SAW”.
TGB. H. Muhammad Zainul Majdi menyatakan: “Menguabah lafal adzan dengan seuran jihad itu mempermainkan agama”.
Sementara Ustadz Yusuf Mansur menyatakan: “Tidak ada ajaran dalam hal mengganti lafadz atau kalimat adzan”.
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+