Habib Thohir bin Abdullah Al-Kaff lahir pada 15 Agustus 1960 di Tegal. Beliau adalah salah satu dari tujuh bersaudara yang merupakan anak dari pasangan Habib Abdullah Al-Kaff dan sang istri.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Menjadi Pengasuh Pesantren
3.2 Sosok Pendakwah Aswaja
3.3 Pandangan Terhadap Terorisme
3.4 Memaknai Jihad
3.5 Cara Mendekatkan Diri Kepada Allah SWT
4. Teladan
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
Habib Thohir bin Abdullah Al-Kaff lahir pada tanggal 15 Agustus 1960 di Tegal. Beliau adalah salah satu dari tujuh bersaudara yang merupakan anak dari pasangan Habib Abdullah Al-Kaff dan sang istri.
1.2 Wafat
Habib Thohir bin Abdullah Al-Kaff wafat pada hari Kamis 3 Desember 2020 malam, pukul 20.01 WIB. Beliau menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Mitra Siaga, Kabupaten Tegal.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
Habib Thohir memulai pendidikannya dengan belajar agama kepada ayahnya, Habib Abdullah Al-Kaff, yang dikenal sebagai ulama senior di Jawa Tengah. Kemudian mengenyam pendidikan SD dan SMP Al-Khairiyah di Tegal.
Selanjutnya, pada tahun 1980, beliau menjadi santri Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki di Rusyaifah, Makkah. Habib Thohir bin Abdullah Al-Kaff menjadi santri selama enam tahun bersama adiknya, Habib Hamid bin Abdullah Al-Kaff. Habib Hamid kini dikenal sebagai muballigh dan pemimpin Pondok Pesantren Al-Haramain Asy-Asyarifain, Jalan Ganceng, Pondok Ranggon, Cilangkap, Jakarta Timur.
Pulang ke Indonesia tahun 1986, Habib Thohir langsung terjun ke bidang dakwah, dan pernah juga menjadi ustadz di beberapa pesantren. Meski beliau berkeluarga di Pekalongan, namun kesehariannya lebih banyak membina umat di Tegal, khususnya di Masjid Zainal Abidin.
Di masjid yang terletak di Jalan Duku Tegal itulah beliau mengadakan majelis ta'lim yang diberi nama "Majelis Taklim Zainal Abidin".
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Menjadi Pengasuh Pesantren
Habib Thohir bin Abdullah Al-Kaff merupakan pengasuh Pondok Pesantren Darul Hijrah Tegal.
3.2 Sosok Pendakwah Aswaja
Hampir dalam berbagai dakwah, entah dalam kesempatan majelis ta'lim, haul, ataupun seminar, Habib Thohir bin Abdullah Al-Kaff selalu memperingatkan beberapa kesesatan yang dilancarkan kepada kaum Muslimin di Indonesia. Sebab Islam di Indonesia, menurutnya, adalah Islam warisan Walisongo, yaitu Ahlusunnah wal Jamaah, bukan Syiah maupun Ahmadiyah, atau yang lainnya.
Konon, nama Habib Thohir lebih banyak dikenal oleh kaum Muslimin yang tinggal di pelosok-pelosok desa. Karena beliau lebih senang berdakwah di daerah-daerah, bahkan masuk di pedesaan.
Dalam sebuah kesempatan Habib Thohir berharap, para ulama dan cendekiawan mempunyai sikap dan kepedulian untuk membentengi umat Islam dari kerusakan aqidah. Kepada sesama Ahlussunah wal Jamaah, diharapkan tidak perlu lagi berdebat soal furu’iyyah (masalah cabang-cabang agama), seperti tahlil, maulid, haul, dan lainnya.
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

