08 Dec 2020 · 4.144 dibaca · Hikmah
Laduni.ID, Jakarta - Dalam sebuah kesempatan di kantor PIM, guru kami Mbah Kyai Mu'adz Thohir hafidhahullah bercerita saat beliau bertanya kepada Mbah Sahal Mahfudz Allahu yarham, soal mengapa beliau tidak berkenan berpolitik praktis.
"Mbah, mengapa panjenengan enggan berpolitik praktis, sedangkan panjenengan sangat pantas untuk menjadi pemimpin?" tanya Mbah Mu'adz.
Menurut Mbah Kyai Mu'adz kualitas keilmuan dan kecakapan Mbah Kyai Sahal Mahfudz dalam menyampaikan gagasan sangat luar biasa.
Mbah Sahal kemudian menjawab, "Aku tidak mau melakukan lima hal yang (kebanyakan) melekat dalam diri politisi, yaitu; fattan, iftiro', kaddzab, riya' dan 'ujub."
Jawaban tersebut sangat telak menyinggung hal-hal yang sepertinya dianggap "lumrah" di dalam kontestasi politik.
Penejelasannya, sedikit banyak sebagaimana berikut ini:
1. Fattan: Bany
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+