05 Jan 2021 ยท 5.152 dibaca · Sejarah
Laduni.ID, Jakarta - 27 Maret 922 M. Syeikh Husein Manshur Al-Hallaj, dibawa menuju tiang gantungan. Suasana senyap. Al-Hallaj berjalan tenang, diam.
Abu Al-Harits Al-Sayyaf, sang algojo, melangkah gagah dengan wajah amat angkuh, mendekati Al-Hallaj. Ia menampar pipinya dan memukul hidungnya begitu keras hingga darah mengaliri jubahnya. Al-Hallaj, kata para saksi, lalu sujud kepada Tuhan, sambil mengatakan :
ุงููููู ุงูุตูุจูุญูุชู ููู ุฏูุงุฑู ุงูุฑููุบูุงุฆูุจู ุฃูููุธูุฑู ุงูููู ุงููุนูุฌูุงุฆูุจู.
"Tuhanku, kini aku telah berada di Rumah Idaman. Aku melihat betapa banyak keindahan yang mengagumkan”.
Setelah itu ia berdo’a:
ุฅููููู ููุคููุงูุกู ุนูุจูุงุฏููู ููุฏู ุงุฌูุชูู ูุนููุง ููููุชูููู ุชูุนูุตููุจูุง ููุฏูููููู ููุชูููุฑููุจูุง ุงููููููู, ููุงุบูููุฑู ููููู ู ููุฅูููููู ูููู ููุดูููุชู ููููู ู ู ูุง ููุดูููุชู ููู ููู ูุง ููุนููููุง ู ูุง ู
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan โ tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+