Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Syekh Muhammad Yusuf Al-Makassari
✓ Terverifikasi Tim Riset

Syekh Muhammad Yusuf Al-Makassari

lahir 1628 M · 22.303 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Syekh Muhammad Yusuf al-Makassari adalah ulama NU.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru-Guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Sosok Sufi
3.2  Sosok Pejuang

4.    Penghargaan
5.    Referensi

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir

Syekh Muhammad Yusuf Al-Makassari Yusuf lahir pada 3 Juli 1628 M, tepat pada 8 Syawal 1036 H. Menurut catatan sejarah, kisah kelahirannya diceritakan dalam berbagai versi yang memberikan gambaran yang berbeda. Menurut satu versi, Yusuf dilahirkan di Moncongloe, di kediaman keluarganya yang memiliki kedudukan dari kalangan Gallarang Moncongloe.

Namun, versi lain menyebutkan bahwa kelahiran Yusuf terjadi di Istana Tallo, tempat yang sangat bersejarah yaitu Istana Raja I Mallingkan Daeng Manyori, yang merupakan bagian dari Mangkubumi Kerajaan Gowa. Raja ini juga dikenal sebagai paman dari Raja Gowa saat itu, yaitu Musa.

Asal-usul Yusuf menjadi subjek kisah yang bervariasi, membingungkan di antara berbagai sumber. Menurut catatan dari Gowa, Yusuf berasal dari keluarga bangsawan Gowa. Ibunya, Aminah, adalah putri dari Gallarang Moncongloe yang memiliki hubungan kekerabatan dengan Raja Karaeng Bisci dan Raja Abd. Ayahnya, Abdullah, lahir dari kalangan yang sederhana, namun memiliki kemampuan luar biasa yang membuatnya dianggap setara dengan Nabi Khidir.

Namun, versi lain dari Tallo mengisahkan bahwa ayah Syekh Yusuf adalah Gallarang Moncongloe dan ibunya adalah Aminah, putri dari Dampang Komaro. Setelah 40 hari kelahiran Yusuf, Aminah menikah dengan Gallarang Moncongloe dan kemudian dinikahkan dengan Raja Gowa. Bersama ibunya, Yusuf tumbuh di istana dan diperlakukan seperti anak kandung oleh Raja, menunjukkan penghargaan dan perlakuan istimewa yang diberikan kepadanya.

1.2 Wafat
Syekh Yusuf wafat pada tanggal 23 Mei 1699 di Cape Town, Afrika Selatan. Beliau dikenang sebagai pejuang yang gigih dalam mempertahankan nilai-nilai Islam, menjadi jembatan antara ulama Nusantara dan Timur Tengah, serta seorang sufi yang mendalami ilmu dengan mendalam dan mengajarkannya kepada murid-muridnya dengan penuh kebijaksanaan. Warisannya dalam pengembangan tasawuf dan penyebaran Islam di tempat-tempat yang beliau singgahi masih terasa hingga saat ini.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan

Masa pendidikan Syekh Yusuf sejak kecil menunjukkan minat yang besar dalam mempelajari ilmu-ilmu agama. Lahir di tanah Bugis, beliau pertama kali mengaji Al-Qur'an kepada Daeng ri Tamassang. Setelah itu, beliau melanjutkan perjalanannya ke Pesantren Bontoala di mana belajar ilmu-ilmu bahasa Arab seperti Nahwu, Sharaf, Balaghah, dan Mantiq. Di Bontoala, Syekh Yusuf belajar kepada ulama terkemuka asal Yaman, Sayyid Ba'alawi bin Abdullah, yang juga dikenal sebagai Al-'Allamah Tahir, pengasuh pesantren ternama di sana.

Setelah menamatkan studi di Bontoala, Syekh Yusuf berguru kepada Syaikh Jalaluddin Al-'Aidit di Cikoang, seorang guru spiritual dari Aceh yang mengembara ke Bugis. Di bawah bimbingan Syaikh Jalaluddin, beliau menghabiskan beberapa tahun di Pesantren Cikoang sebelum diutus untuk studi lebih lanjut ke tanah suci Hijaz.

Pada tahun 1644, Syekh Yusuf berangkat meninggalkan Gowa dan memulai perjalanan ke Timur Tengah. Dalam pe

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+