Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Mama Ajengan Adang Badrudin, Pengasuh Pesantren Al-Hikamussalafiyah
✓ Terverifikasi Tim Riset

Mama Ajengan Adang Badrudin, Pengasuh Pesantren Al-Hikamussalafiyah

1948 – 2020 M · 18.393 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Mama Ajengan Adang Badrudin atau yang akrab disapa Abah Cipulus lahir pada 23 Juli 1948, di Desa Simpang, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Menjadi Pengasuh Pesantren

4.    Karya-Karya
5.    Wasiat kepada NU dan Para Murid
6.    
Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir

Mama Ajengan Adang Badrudin atau yang akrab disapa Abah Cipulus lahir pada 23 Juli 1948, di Desa Simpang, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Beliau merupakan putra ketiga dari tiga bersaudara, dari pasangan Bapak Cece Tapsunji (dalam riwayat lain disebutkan Cece Saptunji) dan ibu Uju Juariyah.

1.2 Riwayat Keluarga
Pada tahun 1971, Mama Ajengan Adang menikah dengan seorang putri dari Mama Izzudin. Buah dari pernikahannya tersebut, Ajengan Adang dikaruniai empat putra dan empat putri.

1.3 Wafat
Mama Ajengan Adang Badrudin wafat pada hari Senin, tanggal 3 Agustus 2020 siang, di Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyah. Pada hari itu, ribuan santri dan masyarakat Purwakarta berduyun-duyun mendatangi Abah Cipulus untuk bertakziah dan turut menyampaikan penghormatan kepada Al-Mukarram Mama Ajengan Adang Badrudin, seorang pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyah. Tak hanya warga Purwakarta, tetapi dari Subang, Bandung, Cimahi, Karawang, dan sekitarnya juga tak mau ketinggalan.

Ketua PWNU Jawa Barat KH. Hasan Nuri Hidayatullah bersaksi bahwa almarhum adalah sosok yang tegas dan bijaksana, punya komitmen yang besar kepada Ahlussunah wal Jamaah An-Nahdliyah. Menurut Gus Hasan, almarhum mengerahkan putra-putri dan menantunya untuk memperkuat NU di dalam segala lini, baik di jajaran struktural maupun di jajaran kultural. 

Tentu saja wafatnya Abah Cipulus merupakan kehilangan besar bagi warga NU, tak hanya Purwakarta, melainkan Jawa Barat sebab selama ini almarhum merupakan sesepuh yang menjadi rujukan Nahdliyin. Gus Hasan menyatakan dalam sambutannya: “Atas nama keluarga besar PWNU Jawa barat kami ucapkan turut berduka cita atas wafatnya beliau, semoga wafat beliau dalam keadaan husnul khatimah, segala amal sholehnya diterima oleh Allah dan keluarga besar yang ditinggalkan diberikan oleh Allah kesabaran. Sebagai generasi yang meneruskan perjuangan beliau, baik di pondok pesantren maupun di NU mari kita contoh nilai-nilai uswah yang sudah beliau bangun dalam membumikan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah di Purwakarta pada khsususnya, dan bumi Jawa Barat pada umumnya.”

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan

Mama Ajengan Adang Badrudin memulai pendidikannya dengan belajar ilmu agama dari ibu dan saudara-saudara orang tuanya, sebab sang ayah telah meninggal dunia pada saat beliau masih bayi.

Masa kecil Ajengan Adang adalah masa-masa prihatin. Beliau kerap kali berpindah tangan pengasuh dari satu saudara ke kerabat y

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+