27 Jan 2021 Β· 13.659 dibaca · Artikel Keagamaan
LADUNI.ID, Jakarta - Pada pengajian kitab Tadzhib bersama jamaah Masjid Wal Ashri Pertamina, membahas bab haid dan beberapa larangan yang disebabkan hadas kecil dan besar. Karena kebanyakan pesertanya adalah bapak-bapak maka saya prediksikan tidak terlalu banyak pertanyaan. Dugaan saya salah. Ternyata cukup beragam pertanyaannya.
Di antaranya seputar wanita haid yang sedang menempuh pendidikan belajar Al-Qur'an, baik Tahfidz atau ngaji Tafsir. Saya teringat dulu di Pondok Ploso, Kiai Nurul Huda Djazuli tetap menyuruh para santriwati ikut ngaji Tafsir Jalalain, tentunya bersentuhan dengan ayat-ayat Qur'an saat ngaji sistem pesantren.
Rupanya memang ada pendapat yang membolehkan wanita haid memegang Al-Qur'an dengan alasan belajar dan mengajar:
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+