09 Feb 2021 · 4.827 dibaca · Artikel Keagamaan
LADUNI.ID, Jakarta - Tiap kali memperingati Hari Lahir Nahdlatul Ulama (Harlah-NU), termasuk pada Harlah ke-95 tahun ini. Biasanya kita banyak menemui gambar atau tulisan yang menceritakan sejarah lahirnya Nahdlatul Ulama, organisasi yang dibidani oleh tiga tokoh, yaitu Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari, Kiai Wahab Chasbullah, dan Kiai Bisri Syamsuri. Kelahiran organisasi persatuan ulama ahlussunnah wal jamaah ini diceritakan mendapat restu dari seorang ulama kharismatik, guru dari banyak ulama pada zamannya, termasuk guru dari tokoh sentral di atas, yaitu Kiai Cholil Bangkalan. Restu dari Kiai Cholil Bangkalan ini berupa pesan yang dibungkus dengan simbol berupa tasbih dan tongkat, yang dibawa atau dilantari oleh santri Kiai Cholil yang lain, yaitu Kiai As’ad Syamsul Arifin Situbondo.
Cerita kelahiran NU ini tidak diragukan lagi, menjadi semacam pendorong semangat, serupa tenaga tambahan atau modal penting bagi semua pengurus NU dan Badan Otonom (Banom) di dalamnya, yang tersebar di tiap-tiap tingkatan di Indonesia, dari tingkat ranting, cabang, sampai
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+