Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Syekh Muhammad Kasyful Anwar Martapura
✓ Terverifikasi Tim Riset

Syekh Muhammad Kasyful Anwar Martapura

lahir 1887 M · 17.580 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Syekh Muhammad Kasyful Anwar Martapura adalah ulama NU.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Wafat
1.3  Riwayat Keluarga

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Mengembara Menuntut Ilmu
2.2  Mengasuh Pesantren
2.3  Murid-Murid

3.    Karya

4.    Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir

Syekh Muhammad Kasyful Anwar lahir pada tanggal 4 Rajab 1304 H/29 Maret 1887 M di Desa Kampung Melayu, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Beliau adalah putra dari Al-Allamah KH. Ismail bin Muhammad Arsyad bin Muhammad Sholeh bin Badruddin bin Maulana Kamaluddin.

1.2 Wafat
Syekh Muhammad Kasyful Anwar wafat pada malam Senin pukul 09.45 WITA, tanggal 18 Syawwal 1359 H/18 September 1940 M dalam usia 55 tahun. Jenazah beliau dimakamkan di Kampung Melayu Martapura.

1.3 Riwayat Keluarga
Syekh Muhammad Kasyful Anwar melepas masa lajangnya dengan menikahi seorang perempuan bernama Siti Halimah pada bulan Syawwal 1330 H dalam usia 26 tahun dan dikaruniai 6 orang anak, 4 putra dan 2 perempuan.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu

Di masa mudanya, Syekh Muhammad Kasyful Anwar tidak belajar di bangku sekolah, karena pada saat itu di Kampung Melayu belum ada madrasah formal. Jadi beliau belajar ilmu agama dengan beberapa masyayikh di antaranya:
1. Al-Alim Al-Allamah Syekh Ismail bin Ibrahim bin Muhammad Sholeh bin Mufti Syekh Zainuddin bin Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.
2. Al-Alim Al-Allamah Syekh Abdullah Khatib bin Muhammad Sholeh bin Hasanuddin bin Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.

Pada usia 9 tahun Muhammad Kasyful Anwar dibawa oleh kakek, nenek dan kedua orang tuanya untuk menunaikan ibadah haji sekaligus memperdalam ilmu agama kepada ulama di Kota Makkah.

Sebagai pendatang yang belum pandai berbahasa Arab, beliau belajar kepada Al-Alim Al-Allamah Syekh Muhamamd Amin bin Qadhi Haji Mahmud bin Asiah binti Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, seorang ulama yang berasal dari Kampung Pasayangan Martapura dan sudah lama menetap di Kota Makkah.

Selama belajar di Makkah beliau berguru dengan ulama-ulama besar di antaranya:

  1. Sayyid Ahmad bin Sayyid Abu Bakar Syatha, anak dari pengarang kitab I’anah At-Thalibin
  2. Habib Ahmad bin Hasan Al-Attas penulis kitab Tadzkirunnas
  3. Syekh Muhammad Ali bin Husein Al-Maliki yang bergelar Sibawaihi pada zamannya, sangat alim dan memiliki berbagai keahlian bidang ilmu
  4. Syekh Umar Hamdan Al-Mahrusi
  5. Syekh Umar Ba Junaid Mufti Syafi’iyah
  6. Syekh Sa’id bin Muhammad Al Yamani
  7. Syekh Muhammad Sholeh bin Muhammad Ba Fadhal
  8. Syekh Muhammad Ahyad Al-Bughuri
  9. Sayyid Muhammad Amin Al-Kutbi

Setiap cabang ilmu yang dipelajari, selalu ditelusuri sanadnya, terutama di bidang fiqih, hadis, wirid, dan hizib-hizib. Di bidang hadis, beliau mempelajari secara langsung sebanyak 40 hadis musalsal yang disusun oleh Syekh Mukhtar At-Thatih kepada Syekh Muhammad Ahyad Al-Bughuri beserta praktiknya baik memakai sorban,

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+