17 Mar 2021 · 27.940 dibaca · Hikmah
Laduni.ID, Jakarta - Wejangan Sunan Kalijaga tentang "Pacul" yang diberikan kepada Ki Ageng Sela sangat menarik untuk dikaji. Wejangan yang nampaknya sederhana itu bermakna sangat dalam.
Pacul yang dianggap sebagian besar masyarakat sepele dan nylekethe, oleh Sang Guru Sejati di Tanah Jawi tadi lebih dimaknai sebagai sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dengan sendi-sendi kehidupan maupun peradaban bangsa. Selebihnya, selain menjadi simbol perjuangan hidup, pacul atau cangkul juga merupakan kunci utama pembuka pintu rezeki masyarakat agraris.
Pacul, menurut Sunan Kalijaga terdiri dari tiga bagian. Dan di situlah terletak nilai filosofisnya. Pertama, disebut pacul, yakni bagian inti yang terbuat dari lempengan logam. Ada juga yang menyebut “langkir”, karena bagian paling tajam masyarakat Jawa menyebutnya landhep. Kedua, unsur yang disebut “bawak” yaitu lingkaran gelung berlubang tempat kayu pegangan atau doran disematkan. Ketiga, disebut &ldquo
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+