Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Habib Thalib bin Muhsin Al-Attas
✓ Terverifikasi Tim Riset

Habib Thalib bin Muhsin Al-Attas

1929 – 2001 M · 12.576 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

habib muhsin al-attas,

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup
1.1  Lahir
1.2  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Perjalanan Menuntut Ilmu
2.2  Penerus

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Mendirikan Masjid
3.2  Penerus Dakwah

4.    Karomah Setelah Wafat
5.    Referensi

1. Riwayat Hidup
1. Lahir

Menurut Manaqib Habib Thalib Al-Attas yang disebutkan oleh anak-anaknya, beliau lahir di Tegal pada tahun 1929. Tang­gal dan bulannya tidak terlacak, karena tidak ada catatan yang terang tentang tanggal kelahirannya. Sejak kecil beliau di­didik oleh ayahnya, Habib Muhsin Al-Attas dalam bidang keagamaan.

1.2 Wafat
Habib Thalib tutup usia pada tanggal 21 September 2001 di umur 72 tahun dan dimakamkan di depan rumahnya. Peringatan hari haulnya tidak dijatuhkan pada tanggal di mana beliau meninggal, tetapi dipilih pada tanggal 21-22 Rabi’ul Awal. Hal ini dikarenakan bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, sehingga pihak keluarga dapat sekaligus memperingati haul Habib Thalib dan Maulid Nabi secara bersamaan.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Perjalanan Menuntut Ilmu

Habib Tholib belajar agama kepada beberapa kyai, seperti Kyai Akyas Abdul Jamil Buntet Pesantren Cirebon dan Kyai Said di Pondok Pesantren Attauhidiyyah Giren. Kemudian di rumah beliau melanjutkan belajar kepada ayahnya, khususnya beberapa amalan habaib.

2.2 Penerus
1. Habib Ahmad Al-Attas
2. Habib Muhammad Al-Attas
3. Habib Sholeh Al-Attas

3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
Sejak muda, Habib Thalib suka berdakwah, karena itulah beliau pindah ke desa terpencil untuk berdakwah kepada orang-orang yang belum mengenal dakwah, secara terus-menerus. Pada tahun 1967, beliau pindah ke Bumi Jawa, masih di daerah Tegal, tetapi arah selatan, yang terletak di kaki Gunung Slamet.

Selain berdakwah, beliau juga bertani dan pekerjaan tani ini semakin ditekuni sejak mendapatkan istri, Hj. Ma’anik, gadis di desa setempat. Dari istrinya ini, beliau mendapatkan anak, yang masih hidup hingga sekarang ada delapan orang. Mereka adalah Ahmad, Sholeh, Muhammad, Abdul Qadir, Muhsin, Aqil, Ayu Nurul Izzah, Inten Wardah An-Nafisah.

Habib Thalib dikenal sebagai seorang petani yang tekun dan rajin, sehingga ia bersama kerabatnya berhasil membuat bukit menjadi tanah persawah­an yang ditumbuhi tanaman padi yang subur. Begitu juga menyalurkan aliran sungai dari gunung hingga ke rumah-rumah warga, sehingga mereka tidak lagi repot mencari air bersih di pucuk- pucuk gunung.

3.1 Mendirikan Masjid
Bersama masyarakat sekitar, yang pertama ia dirikan adalah masjid jami’, yang kemudian digunakan untuk shalat Jum’at. Kemudian membentuk Majelis Akhirat, wadah pengajian untuk warga, yang diselenggarakan setiap hari Sabtu pagi yang ramai adalah pada saat hari Sabtu Kliwon.

Di dalam pengajian itu, Habib Thalib mengajarkan berbagai ilmu, seperti ilmu fiqih, ilmu tauhid, ilmu Al-Qur’an, ilmu hadis, dan ilmu lain

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+