03 Apr 2021 Β· 3.361 dibaca · Nasional
LADUNI.ID, Jakarta - Kejadian teror bom di depan Gereja Katedral, Kota Makassar, Minggu (28/3/2021) lalu, menyisakan duka mendalam. Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU Yahya Cholil Staquf mengungkapkan bahwa radikalisme dan terorisme adalah benalu peradaban.
Aksi ini, menurutnya, jelas menghisap nutrisi dari peradaban untuk membesarkan dirinya dan melemahkan peradaban itu sendiri. aksi terorisme tersebut mengembangkan lingkungan industri (industrial environment) mereka sendiri.
“Kejahatan semacam ini hanya mungkin dilakukan oleh mereka yang telah membuang semua naluri kemanusiaan dari dalam dirinya,” ujar Katib Aam PBNU Kiai Yahya Cholil Staquf.
Menurut Gus Yahya, sapaanya, mereka membangun branding mulai dari gaya hidup, fashion, ikon-ikon sosial, sampai dengan kantong-kantong komunitas dengan lapis-lapis spektrum yang pada akhirnya membentuk kelompok inti terdiri atas orang-orang yang siap menjalankan aksi teror.
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+