Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Tuntunan Ibadah · Islam Nusantara

Asal Usul Tradisi Ruwahan Menurut Gus Baha

09 Apr 2021 · 11.689 dibaca · Islam Nusantara

Laduni.ID, Jakarta - Ruwahan adalah tradisi orang Jawa dalam menyambut bulan puasa Ramadhan pada tanggal 15 Sya’ban. Dalam tradisi ruwahan ini dijumpai banyak kegiatan seperti acara membaca surat Yasin tiga kali di Malam Nishfu Sya'ban, pawai atau arak-arakan keliling kota, bersih-bersih desa, slametan, kendurenan, ziarah kubur, hingga berakhir pada acara padusan atau ritual mandi di akhir bulan Sya'ban.

Di dalam tradisi ruwahan juga ada acara sadranan/nyadran atau ziarah kubur dengan menaburkan bunga-bunga di atas pusara orang tua atau keluarga yang telah wafat. Istilah lainnya dikenal dengan nyekar. Kegiatan ini diisi dengan membaca Al-Qur'an, berdzikir dan berdoa untuk keluarga yang telah wafat. Demikian ini dilakukan karena memang diyakini bahwa para arwah para pendahulu bisa mendapatkan manfaat dan keberkahannya. Selain itu, hal ini juga menjadi salah satu wujud bakti kepada orang tua. 

Dalam sebuah kesempatan pengajian, Gus Baha

🔒
Lanjutkan membaca dengan Laduni+

Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+
← Kembali ke Tuntunan Baca di situs utama →