09 May 2021 · 4.125 dibaca · Artikel Keagamaan
Laduni. ID, Jakarta- مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُم. “Barangsiapa menyerupai satu kaum, maka ia bagian dari kaum itu.” Hadis ini sangat populer. Tidak sedikit muslim yang menjadikannya sebagai dalil untuk “mengkafirkan” orang lain yang menyerupai kegiatan atau tradisi orang-orang non-muslim.
Cara pandang seperti ini jelas mewakili konservatisme dan ekstimisme (tatharruf) pandangan keagamaan. Islam mengajarkan umatnya untuk menjadi bagian tak terpisahkan dari umat manusia. Tidak ada larangan umat Islam menyerupai atau menampakkan kesamaan dengan umat-umat lainnya.
Umat Islam adalah anak-anak zaman, bukan manusia-manusia yang hidup terpisah dari umat manusia lainnya dalam tempat dan masa. Bahkan, umat Islam harus menjadi motor penggerak hidup berkeadaban dan berkemanusiaan di dunia ini.
Dalam sejarah, Nabi Muhammad SAW, beliau pernah memakai Jubah dari Syam. Nabi juga pernah meniru puasa Asyura dari orang-orang Yahudi yang berpuasa pada hari Asyura. Melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada har
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+