18 May 2021 · 5.202 dibaca · Islam Nusantara
Laduni.ID, Jakarta - Setiap zaman selalu ada walinya. Secara esensi, peran kewalian seorang waliyullah, selalu sama. Hanya, piranti dan variabel "uborampe" kewaliannya saja yang mungkin kontekstual terhadap zaman.
Seorang wali selalu hadir di setiap zaman. Para waliyullah hadir sebagai penjaga keseimbangan hidup. Tanpa itu, semesta akan njomplang dan tak seimbang.
Jangankan di sebuah negara atau sebuah kota, di tiap desa saja, pasti ada sosok walinya. Entah dalam kategori mastur atau masyhur, pasti ada. Tentu sebagai pengingat bagi yang lupa, atau penentram bagi yang gupuh pada dunia.
Tak hanya ada. Tugas kewalian seolah selalu kontekstual terhadap zaman. Di zaman serba cepat, serba tergesa dan serba gupuh ini, pasti masih ada sosok-sosok yang La khaufun 'alaihim wa la hum yahzanun sebagai penyeimbang.
Dan saya meyakini hal tersebut. Meyakini bahwa kekasih Allah selalu ada di tiap zaman. Bahwa sosok yang oleh Gus Mus diistilahkan sebagai balane (teman-Nya, red.) Gusti Allah, selalu a
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+