20 May 2021 · 4.799 dibaca · Islam Nusantara
Laduni.ID Jakarta - Di bulan Syawal masyarakat Nusantara memiliki tradisi "Lebaran Ketupat". Lebaran ini dirayakan di hari ke-8 setelah melaksanakan puasa sunnah Syawal selama 6 hari yang dimulai sehari setelah Hari Raya Idul Fitri .
Tradisi "Lebaran Ketupan" ini awalnya diadakan di Jawa saja. Dimulai atas inisiatif dari Kanjeng Sunan Bonang, lalu disebarluaskan oleh Kanjeng Sunan Kalijaga. Belakangan ini "Lebaran Ketupat" juga dilaksanakan oleh masyarakat di Sumatra, Jawa, Madura, sebagian Bali dan Lombok.
Tradisi ini merupakan sebuah kearifan lokal yang merupakan bagian dari dakwah santun para wali untuk menyampaikan risalah Islam kepada masyarakat. Menegaskan kembali makna Idul Fitri yang diikuti dengan puasa Syawal selama 6 hari.
Dalam tradisi tersebut diharapkan bahwa kita sebagai seorang manusia diharapkan untuk bisa senantiasa bermuhasabah. Kita harus sadar bahwa di sekitar kita banyak yang membutuhkan pertolongan, sehingga berpijak pada Lebaran Ketupat ini menjadi "Luberan" rezeki bagi set
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+