28 May 2021 · 2.696 dibaca · Hikmah
Laduni.ID Jakarta - Pagi itu, tanggal 27 Mei 2006 Mbah Wali Gus Dur dan murid-muridnya termasuk Shuniyya berada di Utan Kayu Jakarta Timur. Beliau sedang mengambil sikap untuk menenangkan para pendukungnya karena situasi sedang memanas.
Baca Juga: Biografi KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
Ada sekelompok orang yang mengutip ucapan beliau secara ngawur dan disebarluaskan, sehingga terkesan seakan-akan Mbah Wali mengatakan bahwa Al Quran adalah Kitab paling porno sedunia (fitnah ini masih bergulir hingga detik ini).
Hal inilah yang juga salah satu yang melatar belakangi mengapa beliau didemo saat mengisi acara di Purwakarta. Sebenarnya Banser sudah siap pasang badan, tapi beliau memilih mengalah meninggalkan tempat supaya tidak terjadi pertumpahan darah.
Baca Juga:
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+