31 May 2021 · 4.383 dibaca · Sejarah
Laduni.ID Jakarta – Surabaya jaman dahulu mirip Belanda, memanfaatkan kanal buat kehidupan sehari hari. Salah satunya adalah perdagangan
Tempo dulu, kapal dagang berukuran besar hanya bisa berlabuh di selat Madura. Namun untuk bongkar muat barang digunakanlah kapal tongkang atau kapal sekunar.
Baca Juga: ITS Juara Umum Kompetisi Jembatan Indonesia di Makassar
Setelah itu, kapal kapal kecil itu menyusuri sungai Kalimas, hingga mencapai pelabuhan utama yang tempo dulu merupakan pelabuhan tua Surabaya. Lokasi itu merupakan jantung kota ini.
Waktu itu jantung kota Surabaya bernama Heerenstraat yang sekarang dikenal sebagai jalan Rajawalidan kembang Jepun. Diantara kedua jalan ini ada jembatan yang membentang yang disebut sebagai jembatan Roode Brug atau jembatan Merah. Dulu pelabuhan Tanjung Perak belum ada. Kalaupun ada ya ecek ecek di jembatan Merah
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+