31 May 2021 · 4.987 dibaca · Artikel Keagamaan
Laduni.ID, Jakarta - Di desa Ploso, Mojo Kediri, Jawa Timur, ada seorang faqir, biasa dipanggil Pak Adnan. Dialah yang membuat makanan yang dititipkan di kantin Pondok Al-Falah Ploso, Kediri.
Ceritanya, Pak Adnan mempunyai keponakan yang sampai berusia 9 tahun belum bisa jalan. Semua upaya sudah dilakukan, entah berkonsultasi ke dokter, tabib, atau kyai. Tetapi, Pak Adnan belum bertemu dengan Kyai Hamin Tohari Djazuli atau Gus Miek, meminta doanya beliau untuk kesembuhan keponakannya. Karena memang susah mencari Gus Miek.
Suatu ketika, setelah selesai jemaah di Masjid Pondok Ploso, Pak Adnan, melihat Gus Miek tengah duduk santai tanpa baju atasan di teras madrasah di pelataran masjid. Nalurinya bergerak cepat untuk mendekati Gus Miek dan menceritakan perihal keponakannya.
Setelah Pak Adnan bercerita, Gus Miek lalu berdawuh: "lah opo mbok kiro aku dukun?"
"Nggeh mboten Gus, nyuwun barokah doa njenengan," timpal Pak Adnan yang tidak gentar dengan pernyataan Gus Miek seray
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+