02 Jun 2021 · 5.777 dibaca · Sejarah
Laduni.ID, Jakarta- Alkisah, Kyai Muhammad Arwani disuruh ayahnya, Kyai Amin Said, untuk mengantarkan adiknya, Kyai Ahmad Da'in Amin untuk mentashihkan bacaan tahfidz Qurannya kepada Kyai Muhammad Munawwir, Krapyak, Yogjakarta.
Ceritanya, Kyai Da`in Amin, sudah berhasil menghafalkan Qur'an sendiri. Oleh ayahnya, hafalan tersebut diminta ditashihkan kepada Kyai Munawwir. Kyai Arwani sendiri belum hafal Qur'an ketika itu, tetapi beliau sudah hebat mengaji kitabnya karena lulusan Pondok Jamsaren (Solo) dan Tebuireng (Jombang).
Bahkan ketika di Tebuireng, oleh Almarhum Kyai Hasyim Asy’ari, beliau sudah diperkenankan menjadi qori` (pengajar) di masjid, yang kedudukan itu tidak akan diperoleh santri kecuali yang memang sudah mumpuni.
Proses mentashih hafalan Alquran tentu berlangsung berbulan-bulan. Dan Kyai Muhammad Arwani disuruh ayahnya untuk menunggui adiknya selama mondok di Krapyak.
Berhari-hari menunggui adiknya mentashih hafalan Alquran, Kyai Arwani kemudian tahu bahwa Kyai Muhammad Munawwir juga
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+