10 Jun 2021 · 4.902 dibaca · Artikel Keagamaan
Laduni.ID, Jakarta- Sebagian muslim memiliki tanda hitam di jidat. Sebagian mereka menganggapnya sebagai tanda kesalehan karena dianggap bukti banyak sujud. Tapi tentu ada yang tidak demikian, melainkan menganggapnya sebagai tanda natural saja karena sering shalat.
Dan, ada juga orang yang rajin shalat, tapi tidak punya tanda hitam di jidatnya.
Saya akan bahas soal mereka yang menyengaja menghitamkan jidatnya, karena termotivasi oleh surat Al-Fath ayat 29:
سِيمَاهُمْ فِى وُجُوهِهِم مِّنْ أَثَرِ ٱلسُّجُودِ
“tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud.”
Ada hadits yang bisa membantu kita mendapatkan kejelasan soal perkara tanda hitam di jidat ini. Dari Salim ibn an-Nadhar yang berkata, bahwa pernah ada seseorang yang datang kepada Ibnu Umar, memberi salam, kemudian Ibnu Umar bertanya kepada orang itu, “Siapa kamu?” Orang itu menjawab, “Aku adalah anak asuhmu, si fulan.”
Ibnu Umar melihat tanda hidam di jidat orang itu, kemudian bertanya, “Apa
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+