Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Tuntunan Ibadah · Artikel Keagamaan

Menimbang Kadar Kritik yang Dianjurkan dalam Islam

17 Jun 2021 · 3.597 dibaca · Artikel Keagamaan

Laduni.ID, Jakarta - Mengkritik orang adalah sesuatu yang sangat mudah, bahkan tak perlu ilmu untuk melakukannya. Justru yang terjadi di lapangan, makin seseorang tak berilmu maka biasanya makin pedas dan panjang kritiknya terhadap orang lain. Sementara, ilmu itu dapat menakar kadar kritik bukan justru menambahnya.

Fenomena ini juga berlaku dalam kritik tentang masalah agama yang melibatkan dalil-dalil Hadis. Meskipun materi kritik sudah berdasarkan dalil sunnah, namun sering kali kadarnya tidak sesuai yang diajarkan sunnah, tetapi berlebihan. Sebaliknya ada juga kritik yang nampaknya agamis tetapi justru terkesan melawan sunnah sebab melampaui batas.

Kadar kritik yang layak disebut sunnah adalah kadar kritik yang disesuaikan dengan ajaran Rasulullah SAW yang tercermin dalam strata hukum Islam. Sederhananya sebagaimana berikut ini:

1. Bila yang dikritik adalah tindakan haram, maka kritiklah sesuai kadar keharamannya.

Keharaman perbuatan syirik harus dikritik dengan keras sebab ini adalah dosa yang paling besar. Namun keharaman perbuatan

🔒
Lanjutkan membaca dengan Laduni+

Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+
← Kembali ke Tuntunan Baca di situs utama →