20 Jun 2021 · 3.511 dibaca · Sejarah
Laduni.ID Jakarta – September 1998 setahun pasca renovasi Masjid Al-Azhar, Maulana Syaikh Ali Jum'ah meminta kepada Menteri Wakaf Mesir Dr. Mahmud Hamdi Zaqzuq untuk menghidupkan kembali ruwaq-ruwaq (baca: bilik-bilik) Masjid Al-Azhar dengan halakah-halakah ilmiah. Beliaupun mengabulkan permohonan tersebut dan mengizinkan Maulana Syaikh Ali Jum'ah untuk mengisi pelajaran di dalamnya. Ruwaq Atrak menjadi pilihan beliau dalam mengisi pelajaran-pelajaran yang diampunya. Pelajaran-pelajaran yang diajarkan tersebut lintas disiplin ilmu, seperti Tafsir, Hadis, Qawaid Fiqhiyah, Ushul Fiqh, Tauhid, dan Mantiq. Pelajaran berlangsung pada setiap pagi, dari sabtu hingga kamis.
Baca Juga: Pimpinan Ponpes Qotrun Nada dan Pergunu Depok Melepas Santri Studi ke Al Azhar Cairo Mesir
Majelis beliau selalu dihadiri secara langsung oleh para pelajar Al-Azhar maupun non-A
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+