29 Jun 2021 · 2.556 dibaca · Artikel Keagamaan
Laduni.ID, Jakarta – Menggantungkan segala keputusan mengenai hidup kepada Allah adalah sebuah keharusan, sebab manusia membutuhkan Allah. Manusia bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa, manusia dapat terus hidup karena adanya pertolongan dari Allah, tempat manusia meminta dan memohon.
Namun, ada saja manusia yang datang kepada Allah ketia ia sedang kesusahan. Ketika Allah sudah mencabut kesusahannya, ia kembali pada kebiasaannya, melupakan Allah. Berikut pandangan KH. Husein Muhammad dalam menanggapi fenomena tersebut.
Aku membaca ayat al Qut'an ini :
وَإِذَا مَسَّ الْإِنْسَانَ الضُّرُّ دَعَانَا لِجَنْبِهِ أَوْ قَاعِدًا أَوْ قَائِمًا فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُ ضُرَّهُ مَرَّ كَأَنْ لَمْ يَدْعُنَا إِلَىٰ ضُرٍّ مَسَّهُ ۚ كَذَٰلِكَ زُيِّنَ لِلْمُسْرِفِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
"Apabila manusia mengalami penderitaan dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan derita itu, dia (kembali) menempuh jalan sesat seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) derit
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+