Sebagian kaum beragama menolak pendapat atau pikiran atau produk orang lain yang berbeda keyakinan agama dengan dirinya, meskipun baik dan bermanfaat bagi kehidupan. Mereka menyebutnya kafir atau sekuler. Ini sungguh aneh dan sangat inkonsisten. Karena betapa banyak fasilitas hidup yang dipakainya sehari-hari seperti alat-alat komunikasi, transportasi, dan produk teknologi lainnya,
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Laduni.ID, Jakarta - Sebagian kaum beragama menolak pendapat atau pikiran atau produk orang lain yang berbeda keyakinan agama dengan dirinya, meskipun baik dan bermanfaat bagi kehidupan. Mereka menyebutnya kafir atau sekuler. Ini sungguh aneh dan sangat inkonsisten. Karena betapa banyak fasilitas hidup yang dipakainya sehari-hari seperti alat-alat komunikasi, transportasi, dan produk teknologi lainnya adalah produk pikiran dan kreativitas "liyan" itu.
Pada masa lalu hubungan dan kerjasama antara para pemeluk agama, Muslim dan Nonmuslim berjalan harmonis. Hari ini dunia telah menjadi satu, dunia tanpa sekat, tanpa hijab. Orang menyebutnya zaman globalisasi.
Betapa indahnya pernyataan Al-Kindi (w. 873 M), seorang filsuf muslim awal terkemuka. Ia mengatakan:
ينبغِى لَنَا اَنْ لَا نَسْتَحْيِى مِنْ اِسْتِحْسَانِ الْحَقِّ وَاقْتِنَاءِ الْحَقِّ مِنْ اَيْنَ اَتَى وَإِنْ أَتى مِنَ الْاَجْنَاسِ الْقَاصِيَةِ عَنَّا وَالْاُمَمِ الْمُبَايِنَةِ لَنَا
“Seyogyanya kita tidak merasa malu menerima dan menjaga suatu kebenaran dari manapun ia berasal, meski dari bangsa-bangsa yang jauh dan berbeda dari kita.”
Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, seorang ulama besar, murid Ibnu Taimiyah, juga menarik. Ia mengatakan:
فإذا ظهرت أمارات العدل وأسفر وجهه بأي طريق كان فثم شرع الله ودينه
“Jika telah tampak benderang indikator hukum yang adil, dengan jalan apapun ia dihasilkan maka di situlah syariat, keputusan dan agama Allah.”
Demikian pula Syamsuddin Al-Sakhawi, seorang ahli hadis dan sejarawan terkenal, dalam kitab Al-Maqashid Al-Hasanah mengatakan:
خُذِ الْحِكْمَةَ وَلَا يَضُرُّكَ مِنْ أَيِّ وِعَاءٍ خَرَجَتْ (الحافظ السخاوي في المقاصد الحسنة)
“Ambillah hikmah, tak akan merugikanmu/membahayakanmu, darimana pun ia dihasilkan.”
Aku meyakini segala kebaikan dan yang maslahat bagi manusia adalah anugerah Tuhan. Dia menganugerahinya kepada siapa pun yang dikehendaki-Nya. Al-Qur'an menyatakan:
يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ
“Dia menganugerahi kebijaksanaan (kebaikan) kepada yang dikehendaki-Nya. Siapa pun yang dianugerahi kebijaksanaan, maka dia dianugerahi kebaikan yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran.”
Wallahu A'lam bis Showab. []
Catatan: Tulisan ini telah terbit pada tanggal 5 Juli 2021. Tim Redaksi mengunggah ulang dengan melakukan penyuntingan dan penyelarasan bahasa.
___________
Penulis: KH. Husein Muhammad
Editor: Hakim
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

