07 Jul 2021 · 3.542 dibaca · Artikel Keagamaan
Laduni.ID, Jakarta – "Tong, Yu faham kitab nie dari mane?" tukas seorang pelajar asal Betawi yang baru menyelesaikan masa belajarnya di Yaman kepada seorang pemuda yang sedang membuka kajian ilmu di sebuah masjid. Lalu ia menjawab dengan jawaban yang ringkas dan padat, "Ane faham kitab ini dari syekh google mas!"
Pelajar asli Betawi ini bingung, "Lah, yu kagak belajar ke ulama-ulama kite? Di Jakarte bejibun tong ulamanye, dari kalangan habaib dan kiai yang buka majelisan, kajian ilmu dan khataman kitab yang udah jelas-jelas sanad keilmuannya!" teguran dari dia agar ingin mencari ilmu yang bersanad kepada para ulama.
Fenomenal seperti ini begitu banyak kejadiannya, tak bisa dipungkiri lagi, khususnya di Negara Republik Indonesia tercinta, begitu banyak terjadi sebuah perdebatan antara orang yang memiliki ilmu dengan rantai guru yang jelas bersambung kepada sumber ilmu yaitu Rasulullah Saw. Dan orang yang tidak pernah belajar, bertalaqqi kepada seorang kiai, untuk duduk bersimpuh di hadapannya agar mendapatkan setetes ilmu dari
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+