15 Jul 2021 · 2.454 dibaca · Artikel Keagamaan
Laduni.ID, Jakarta - Cendikiawan NU, Ulil Abshar Abdalla atau akrab disapa Gus Ulil menjelaskan bahwa esensi krisis, seperti pandemi Covid 19, sebenarnya adalah ujian dari Allah untuk umat manusia. Menurutnya, momentum krisis ini selain sarana instropeksi diri, ujian terberatnya, adalah apakah dengan krisis tersebut, kita akan berubah atau tidak.
"Kalau orang yang tidak beriman, atau beriman tetapi imannya lemah diberikan cobaan oleh Allah, cobaan itu tidak mengubah apa-apa. Dia naik perahu, naik kapal kena badai, atau naik pesawat lalu turbulensi, pada saat turbulensi, berdoa semuanya. Itu wajar, semua orang begitu, itu normal. Nah yang membedakan antara orang yang bertakwa dan orang yang tidak bertakwa atau orang yang beriman dan tidak beriman, perbedaan pokoknya adalah di masa paska krisis. Orang yang beriman setelah diberikan cobaan oleh Allah, dia akan berubah. Jadi cobaan itu mentransformasikan dia, dari manusia lama menjadi manusia baru. Setiap cobaan itu mengubah orang. Tetapi ada juga cobaan atau krisis yang tidak mengubah apa-apa. Nah, kal
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+