17 Jul 2021 · 7.138 dibaca · Islam Nusantara
Laduni.ID, Jakarta – “Sidik Jember, Sidik Jember, Sidik Jember!” Begitulah R. KH. Moh. Kholil, pengasuh Pondok Pesantren Kademangan Bangkalan, berteriak-teriak menyambut santrinya Mohammad Sidik, dari Lasem, ketika sowan ke Bangkalan untuk menanyakan gundah hatinya terkait dengan masa depan pengabdian hidupnya di jalan Tuhan. Padahal waktu itu, Sidik baru sampai di halaman rumah kiai kharismatik yang karib disapa Shaikhuna Kholil atau Mbah Kholil Bangkalan dan belum bertemu muka.
Pada saat itu, Sidik sudah lama ‘boyong’ dari Pondok Pesantren Syaikhuna Kholil dan pulang ke kota asalnya Lasem, Kabupaten Rembang. Dia sudah mulai berkiprah sebagai guru ngaji di sana, sekaligus sudah membina berumah tangga dengan tiga putra yang masih kecil. Untuk menghidupi keluarganya, dia pun berniaga kecil-kecilan. Dalam kondisi yang demikian, ia mengalami pengalaman spiritual luar biasa. Dia 'didatangi' Nabi Muhammad, yang berdasarkan nasab yang dicatat dalam silsilah keluarga termasuk kakek moyangnya. Dalam pengalaman itu, sebagian ada yang mengatak
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+