29 Jul 2021 · 4.556 dibaca · Internasional
Laduni.ID, Jakarta – Seperti diketahui Sunni dan Syiah merupakan dua sekte utama besar dalam Islam, namun kendati demikian dua kelompok ini sepakat pada sebagian besar kepercayaan dan praktik fundamental islam. Awal mula perpecahan Sunni dan Syiah bermula pada perebutan kekuasaan politik pasca Nabi Muhammad SAW.
Dua sekte besar ini sering terlibat pertentangan satu sama lain, sampai dikatakan pertentangan Sunni-Syiah merupakan pertempuran hampir abadi yang pernah terjadi di sepanjang sejarah umat manusia.
Melihat dari banyaknya kekerasan dan kerusakan yang terjadi akibat konflik Sunni-Syiah, Grand Syekh atau Imam Besar al-Azhar, Kairo, Syeikh Ahmad al-Tayeb, Sabtu (24/7), menyerukan kepada ulama besar Sunni-Syiah supaya membuat fatwa yang mengharamkan perang satu sama lain sehingga tidak terjadi “banjir darah” di dalam Islam.
“Al-Azhar tidak membedakan antara Sunni dan Syiah selagi semuanya mengakui dua kalimat syahadat. Hal ini sesuai dengan manhaj al-Azhar al-Syarif dalam menyebar luaskan pemikiran dan akidah yang moderat, se
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+