30 Jul 2021 · 4.448 dibaca · Hikmah
Laduni.ID, Jakarta - Tempo hari Gus Dur dilengserkan dengan paksa dari kursi kepresidenan. Sebuah peristiwa politik paling tragis dalam sejarah Indonesia yang nyaris "chaos". Gus Dur bertindak bijak. Kedamaian rakyat lebih utama dari jabatan. Meski begitu nama Gus Dur, presiden ke-4 itu, tetap harum mewangi, pujian dan kekaguman terhadap beliau mengalir sepanjang tahun. Beliau masih dan selalu dicintai dan dirindukan oleh mereka yang hatinya bersih. Sementara orang-orang yang merekayasa pelengseran dan para pembencinya, terlunta-lunta, bagai gelandangan, tak berharga lagi, bahkan direndahkan publik.
Beberapa teman bertanya mengapa Gus Dur bisa begitu? Lalu aku menyebutkan sebuah Hadis berikut ini:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ عَبْدًا دَعَا جِبْرِيلَ فَقَالَ: إِنِّي أُحِبُّ فُلَانًا فَأَحِبَّهُ ، قَالَ : فَيُحِبُّهُ جِبْرِيلُ ، ثُمَّ يُنَادِي فِي السَّمَاءِ فَيَقُولُ: إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ فُلَانًا فَأَحِبُّوهُ، فَيُ
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+