04 Aug 2021 · 1.924 dibaca · Artikel Keagamaan
Laduni.ID, Jakarta – Dalam konteks ini kita patut bertanya kepada diri sendiri: “Apakah selama ini kita sudah ridha terhadap Allah subhanahu wa ta'ala, Islam dan Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam? Dan mengapa kita perlu memohon ridha Allah?”
Arti Ridha
Ridha merupakan bentuk mashdar (infinitive), dari radhiya - yardha yang berarti: rela, menerima dengan senang hati, cinta, merasa cukup (qana’ah), berhati lapang. Bentuk lain dari ridha adalah mardhat dan ridhwan (yang super ridha). Antonim kata ridha adalah shukht atau sakhat, yang berarti murka, benci, marah, tidak senang, dan tidak menerima.
Ridha, adalah engkau berbuat sesuatu yang membuat Allah subhanahu wa ta'ala senang atau ridha, dan Allah subhanahu wa ta'ala meridhai apa yang engkau perbuat. Ridha hamba kepada Allah subhanahu wa ta'ala, berarti ia menerima dan tidak membenci apa yang menjadi ketetapan Allah subhanahu wa ta'ala. Sedangkan ridha Allah subhanahu wa ta'ala kepada hamba, berarti Dia melihat dan menyukai
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+