13 Aug 2021 · 4.470 dibaca · Artikel Keagamaan
Laduni.ID, Jakarta - Sebagian besar manusia terperangkap dalam siklus "sirkuit" kemelut perebutan kenikmatan duniawi yang tak pernah mau berhenti. Diberi satu gunung emas ingin dua gunung emas dan seterusnya.
Lalu saat bahagia mereka lebih asyik dengan kenikmatan diri dan lupa pada yang lain. Bahkan membiarkan yang lain terlunta-lunta. Tetapi saat gagal dan menderita mereka mengeluh, marah-marah, caci maki dan menimpakan kesalahan pada orang lain. Sering kali keluar kata-kata; "gara-gara dia," "gegara mereka," "si Anu, konpirasi bangsa Anu dan Anu," dan seterusnya. Lalu mereka terbakar.
Mengenai hal itu, ada syair dari Imam Syafi'i yang sangat indah berbunyi:
نَعيبُ زَمانَنا وَالعَيبُ فينا * وَما لِزَمانِنا عَيبٌ سِوانا
وَنَهجو ذا الزَمانِ بِغَيرِ ذَنبٍ * وَلَو نَطَقَ الزَمانُ لَنا هَجانا
وَلَيسَ الذِئبُ يَأكُلُ لَحمَ ذِئبٍ * وَيَأكُلُ بَعضُنا بَعضاً عَيانا
Kita sering mengeluhkan bu
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+