Laduni.ID, Jakarta – Kini, merasakan situasi kondisi berbangsa dan bernegara kita amat sangat sulit. Pandemi covid-19 ini pemicu awal keadaan tersebut. Entah siapa yang disalahkan dan kepada siapa kesalahan itu dialamatkan. Jelasnya korban terus berjatuhan. Iba dan perihatin melihatnya, tanpa berkesudahan. Air mata kita sudah mengering akibat kesedihan dan kepiluan orang-orang yang terkasihi, banyak yang telah meninggalkan kita untuk selamanya. Tanpa bisa pulang kembali, dan mereka pulang menuju keabadian.
Hampir, di setiap menit hingga deretan waktu yang berdenting selalu kita dapati kabar duka. Esoknya bendera kuning kematian terlihat di sudut-sudut gang dan rumah penduduk. Meski tidak semua itu adalah mati akibat covid, tapi beberapa oknum tim kesehatan dengan mudah mengatakan positif covid akibat terburu-burunya memutuskan, tanpa sabar menunggu hasilnya hanya karena melihat angka rupiah, bahkan fenomena tersebut tidak serta merta mengucapkan permintaan maafnya pada publik. Seolah mereka oknum kesehatan punya kewenangan khusus atas kesehatan orang. Padahal kita
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+