27 Aug 2021 · 2.664 dibaca · Artikel Keagamaan
Laduni.ID, Jakarta – Terlebih di bulan Maulid dan acara-acara akhir sanah, banyak sekali para penceramah entah itu kiai gus atau ustadz ketika sedang berceramah terlebih di atas panggung, dengan mudahnya dan semangatnya mengutip hadits Nabi (hadits dha'if) yang berkaitan dengan "Targhib" dan "Tarhib" atau "Fadhailul A'mal" secara tanpa menjelaskan sanadnya. Meskipun ulama memang memperbolehkan jika hadits tersebut bukan soal hukum-hukum syariat atau halal haram.
Tapi masalahnya adalah terkadang hadits yang mereka kutip justru hanya membuat hadirin dan masyarakat salah paham. Sehingga masyarakat mengira dan yakin kalau itu memang benar-benar hadits dari Nabi. Lalu diamalkanlah hadits itu dengan dinisbatkan pada Rasulullah saw. Di sinilah banyak terjadi kesalahan seorang penceramah dalam menyampaikan hadits-hadits dha'if kepada hadirin. Ada aturan tersendiri dalam menyampaikan hadits-hadits dha'if.
"تحقيق القول في رواية الحديث الضعيف في الترغيب والترهيب"
وأعتقد أن
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+