06 Sep 2021 · 1.909 dibaca · Kolom
Laduni.ID, Jakarta – Lalu aku melanjutkan cerita tentang Syeikh Syams Tabrizi sejauh yang aku tahu. Ada banyak cerita orang mengenai sang Darwish ini. Konon ada yang bilang, “dia seorang wali terbesar pada zamannya,” (Kana Farid Zamanihi fi al-Wilayah wa Kasyf al-Qalb).
Meski demikian dia merasa tak pernah puas atas pengetahuannya sendiri. Maka dia mengelana ke berbagai penjuru, mencari kesempurnaan hidup. Di setiap tempat yang dikunjunginya, ia selalu ziarah ke kuburan orang-orang besar, menyampaikan salam, lalu bertemu para wali yang masih hidup di tempat itu.
Di atas pusara para kekasih Tuhan itu dia membaca salam, memuji Tuhan dan berzikir. Kadang seperti bercakap-cakap dengan seseorang, meski ia tak ada di situ. Karena pengembaraannya yang sering itu, orang menyebutnya “Syams al-Thair” (Syamsuddin sang burung). Ini juga yang dilakukan “al-Syeikh al-Akbar”, Ibnu Arabi.
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+