09 Sep 2021 · 3.304 dibaca · Sosial Budaya
Laduni.ID, Jakarta – Mungkin kalau tidak ada Pramoedya Ananta Toer dan W.S. Rendra kita ini kehilangan rasa menjadi orang Indonesia asli. Dua tokoh besar dalam sastra Indonesia, banyak berkontribusi atas perkembangan dan kemajuan dunia kesusastraan kita, keduanya pula inspirasi hidup bagi kegelisahan, kecemasan dan eligi hidup terkhusus bagi kaum proletariat. Dua tokoh tersebut seperti nyala terang bagi perlawanan bisu orang-orang tertindas.
Pram, baru saya kenali belakangan karena saat masih di bangku sekolah, dan majlis pesantren di tahun 90-an jarang menemukan karya sastra Pramoedya Ananta Toer ini, entah karyanya ini masih belum ada izin dari rezim Orde Baru ataukah karena faktor lainnya. Yang pasti karya Pak Pram seperti Bumi Manusia, begitu membius nalar dan sikap kritis atas isu-isu sosial yang bisa kita lihat tiap hari. Fenomena manusia Indonesia yang hari ini masih merasakan penindasan kekuasaan yang disokong kapital dan masih merasakan ketidakadilan sosial, akibat kungkungan kultur feodalistik, juga kepemimpinan konservatif yang mempertahankan si
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+