14 Sep 2021 · 2.270 dibaca · Artikel Keagamaan
Laduni.ID, Jakarta - Belakangan ini timbul respons atas maraknya sikap beragama kalangan tertentu (artis, musisi dan tokoh publik) yang menampilkan "kebaruan" beragama, berdasarkan perspektif hijrah. Kebaruan beragama yang dimaksud adalah seperti keinginan mereka hidup sesuai syariat Islam saat zaman Rasulullah SAW hidup. Kembali kepada Al-Qur'an dan Hadis, adalah jargon fundamental dalam menghadirkan Islam sebagai agama yang tampak kaku dan keras. Prinsip pemurnian tauhid, bagi kalangan mereka adalah menjalankan agama seratus persen seperti zaman nabi masih hidup dan menyatakan konsistens atas syariat yang sudah jelas dalilnya. Menurut pandangan kelompok Wahabi, bahwa agama itu dasarnya adalah harus ada dalilnya yang sesuai persis dengan perilaku sang rasul.
Dalam catatan atas perilaku-perilaku beragama semacam itu, saya menangkap ada semacam kedangkalan paham agama, dan ada kekeliruan epistemologis ketika memahami agama harus seperti saat Rasulullah SAW masih hidup. Padahal hidup tetap mengikuti perkembang
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+