Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Tuntunan Ibadah · Kolom

Gus Nadir: Cara-Cara Dialog yang Mengundang Permusuhan Harus Dihindari

15 Sep 2021 · 2.287 dibaca · Kolom

Laduni.ID, Jakarta – Ketika mengutus Nabi Musa dan Nabi Harun untuk bertemu Fir’aun, Allah menitipkan pesan yang luar biasa kepada keduanya.

“Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun, Sesungguhnya Dia telah melampaui batas. Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, Mudah-mudahan ia ingat atau takut.” (QS. Thaha: 43-44)

Allah memerintahkan kedua utusan-Nya itu untuk berdialog menyampaikan pesan ilahi dengan cara yang lembut, santun dan tidak mentang-mentang. Tidak langsung pukul, mencak-mencak (berlagak) gak karuan, langsung pakai dalil, menutup argumen lawan bicara. Fir'aun adalah sosok yang paling ingkar. Dalam ayat lain, dia (Fir'aun) menyebut dirinya sebagai Tuhan (Ana robbukumul a'la/aku adalah tuhan kamu yang maha tinggi).

Kita yang bukan nabi, tidak selayaknya berdialog dengan cara yang keras. Lawan bicara kita pun pasti bukan orang yang seingkar Fir'aun.

  • Baca juga: 
🔒
Lanjutkan membaca dengan Laduni+

Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+
← Kembali ke Tuntunan Baca di situs utama →