16 Sep 2021 · 7.685 dibaca · Islam Nusantara
Laduni.ID, Jakarta – Beberapa santri program Tahfidzul Qur'an sedang antri vaksin. Mereka menutup telinga karena ada suara music, gurunya memvideokannya. Sebagian netizen heboh. Sebagian oke, menghargai sikapnya, sebagian lagi menolak. Menganggapnya terlampau berlebihan.
Ketika para remaja ini melakukannya, saya hargai sebagai bentuk pilihan mereka, walaupun diarahkan gurunya. Sebagai bentuk pilihan, mereka tentu siap dengan konsekuensinya. Lain halnya jika kemudian gurunya mengajak para remaja ini mengamuk dan merusak fasilitas sound system. Ini wilayah berbeda. Yang terakhir, saya tidak mentolelirnya. Ini bagian dari vandalisme.
Oke begini, menghafal Al-Qur'an itu sulit. Penghafalnya punya kedudukan istimewa. Para raksasa ilmu Islam mayoritas penghafal Al-Qur'an sejak dini. Itu menjadi bekal utama dalam menjejak keilmuan Islam. Sebagaimana calon hakim dan pengacara yang menghafal undang-undang dan peraturan sebagai langkah awal memahami jerohan hukum, maka demikian pula para penghafal wahyu ini.
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+