28 Sep 2021 · 2.333 dibaca · Kolom
Laduni.ID, Jakarta – Pemimpin itu mengilhami kadernya untuk berani keluar dari takdirnya, menghadapi gelombang kesulitan yang datang silih berganti tapi tetap tegar meniti kemenangan sejati. Kemenangan bukan karena diberi atau hasil kecelakaan pribadi orang lain apalagi mengamputasi hak orang lain, tapi kemenangan hasil pertarungan optimisme melumpuhkan pesimisme.
Pemimpin itu mengkatalis dan memprovokasi perubahan-perubahan baru bagi kadernya agar tidak mengalami kematian ide dan gagasan untuk menemukan kemajuan, mengambil manfaat dari perubahan-perubahan dengan kepemilikan baru adalah hal wajar selagi tidak melawan hujjah agama, sosial dan kultural apalagi melawan dan mencoret wajah dengan sikap tidak etik.
Pemimpin itu menguatkan, bukan melemahkan. Selalu memberikan energi kuat agar tetap tegar menerjang badai fitnah, badai hoax badai destruksi yang terus dilakukan oleh sparing
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+