01 Oct 2021 Β· 3.815 dibaca · Sejarah
Laduni.ID, Jakarta – Dalam perkembangan awal (Abad ke-8 konsep awal tauhid), konsepsi tauhid menekankan ke-Esa-an Dzat Allah. Ketika kepercayaan itu dikaji dalam ilmu tauhid atau ilmu kalam dengan semangat zaman hellenisme (Pemaduan kebudayaan Yunani dengan kebudayaan Timur Islam) pada ke-8 M.
Dari sini lahirlah kemudian ulama atau kelompok yang disebut Mu'tazilah (mempersepsikan tauhid Dzat secara mutlak), dengan doktrin: Allah itu maha esa tanpa sifat-sifat yang menjadi wujud sendiri yang bukan Dzat-nya. Sebab jika ada wujud sifat yang bukan Dzat-nya, maka berarti ada pluralitas wujud yang kekal (ta'addud al-qudama'), sehingga tauhid menjadi tidak murni. Paham ini akhirnya mendapat reaksi dari Ahlussunnah Wal Jama'ah yang berpandangan sebaliknya. Doktrin atau ajarannya: Mazhab ini dengan tegas mengatakan bahwa, Allah mempunyai sifat karena dia sendiri menyatakan demikian. Sifat-sifat itu tidak sama dengan, bahkan lain dari Dzat Tuhan, tetapi ada dalam Dzat-nya.
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+